Rabu, 18 November 2015

TELEVISI DIGITAL



Perbedaan Televisi digital dan Televisi Analog
Di Indonesia agar segera diluncurkan karena Pemerintah juga berpendapat bahwa teknologi televisi digital lebih efisien dalam penggunaan kanal frekuensi dibandingkan teknologi analog yang selama ini dipergunakan. Berdasarkan master plan televisi yang tengah disusun, pemerintah akan mengalokasikan 14 kanal frekuensi. 10 kanal frekuensi kini telah dialokasikan bagi televisi swasta yang telah beroperasi. Satu kanal untuk TVRI, satu kanal untuk televisi lokal, dan dua kanal untuk televisi digital. Walaupun televisi digital harus banyak melakukan adaptasi terhadap jangkauan yang telah dapat dicapai oleh televisi analog. Penerapan siaran TV digital sebagai pengganti TV analog pada pita UHF dilakukan secara bertahap sampai suatu batas waktu cut-off  TV analog UHF yang ditetapkan (2015 di kota besar dan 2020 secara nasional).
Wilayah layanan TV digital penerimaan tetap free-to-air DVB-T sama dengan wilayah layanan TV analog UHF sesuai Keputusan Menteri Perhubungan No. 76 Tahun 2003. Alokasi kanal frekuensi untuk layanan TV digital penerimaan tetap free-to-air DVB-T di Indonesia adalah pada band IV dan V UHF, yaitu kanal 28 – 45 (total 18 kanal) dengan lebar pita masing – masing kanal adalah 8 MHz. Namun, setiap wilayah layanan diberikan jatah hanya 6 kanal, karena 12 kanal lain digunakan di wilayah – wilayah layanan sekitarnya (pola reuse 3 grup kanal frekuensi). TV digital, katanya, memang menuntut keterlibatan banyak pihak, di antaranya perusahaan seluler, sedangkan pemerintah berfungsi untuk melindungi produk TV digital dan sebagai regulator.
Untuk menyusun strategi migrasi ke teknologi digital, pemerintah diusulkan membentuk Komisi Nasional Televisi yang beranggotakan departemen dan kalangan lembaga penyiaran. Pada 2004 diharapkan Komisi ini sudah terbentuk, sehingga sosialisasi dan uji coba televisi digital dapat dilakukan.

Perbedaan mendasar antara TV Digital dengan TV Analog
Perbedaan yang paling mendasar antara sistem penyiaran televisi analog dan digital terletak pada penerimaan gambar lewat pemancar. Pada sistem analog, semakin jauh dari stasiun pemancar televisi, sinyal akan melemah dan penerimaan gambar menjadi buruk dan berbayang. Sedangkan pada sistem digital, siaran gambar yang jernih akan dapat dinikmati sampai pada titik dimana sinyal tidak dapat diterima lagi.
Perbedaan TV Digital dan TV Analog hanyalah perbedaan pada sistim tranmisi pancarannya, kebanyakan TV di Indonesia, masih menggunakan sistim analog dengan cara memodulasikannya langsung pada Frekwensi Carrier, Sedangkan pada Pada sistim digital, data gambar atau suara dikodekan dalam mode digital (diskret) baru di pancarkan.
Orang awam pun dapat membedakan dengan mudah, jika TV analog signalnya lemah (semisal problem pada antena) maka gambar yang diterima akan banyak ‘semut’ tetapi jika TV Digital yang terjadi adalah bukan ‘semut’ melainkan gambar yang lengket seperti kalau kita menonton VCD yang rusak. Kualitas Digital jadi lebih bagus, karena dengan Format digital banyak hal dipermudah.
Siaran TV Satelit Dulu memakai Analog. Sekarang sudah banyak yang digital. Tidak semua TV satelit memakai sistim Digital. Di beberapa satelit Arab banyak yang memakai mode analog. Sebenarnya untuk menerima siaran digital untuk TV yang analog tidaklah terlalu mahal. Receiver ini hanya tinggal pasang antena dan kemudian AV nya colokkan ke TV. Untuk siaran TV satelit namanya DVB-S (Digital Video Broadcasting – Satelite). Sedangkan untuk di daratan namanya DVB-T(Digital Video Broadcasting – Terresterial)
Jika anda melihat Indosiar atau Metro TV atau RCTI melalui satelit anda bisa melihat siaran TV Digital. Tidak Harus plasma, Tidak harus HD, karena stasiun TV Nasional masih memakai SDTV meskipun mereka memancarkan secara digital lewat satelit Dengan memakai TV 14 inchi yang paling murahpun anda bisa menonton TV digital. Sedangkan jika anda membeli TV LCD, hampir semua bisa menerima signal Digital tanpa alat tambahan karena sudah dilengkapi dengan receiver digital. 

1. TV analog dapat menerima sinyal analog sedangkan TV digital dapat menerima sinyal digital dan analog
2. TV analog rentan terhadap kebisingan dan distorsi sedangkan TV digital tidak
3. TV Analog biasanya dibuat dengan menampilkan CRT sedangkan TV digital menggunakan panel layar datar
4. TV digital dapat di HD TV analog sementara hanya bisa di SD
5. TV Analog dibatasi untuk di bawah 30 inci sedangkan TV Digital di atas 50 inci yang sudah umum
6. TV analog memiliki keunggulan dibandingkan TV digital yang sebagian besar terkait dengan CRT

Cara pemakaian Ke User
Untuk sekedar informasi aja kalo siaran tv digital terestrial itu sendiri sudah akan berjalan mulai tahun 2015. Dan rencananya siaran tv analog akan switch off (dimatikan) pada tahun 2018. "Penyiaran televisi digital terrestrial adalah penyiaran yang menggunakan frekuensi radio VHF / UHF seperti halnya penyiaran analog, akan tetapi dengan format konten yang digital. Dalam penyiaran televisi analog, semakin jauh dari stasiun pemancar televisi signal akan makin melemah dan penerimaan gambar menjadi buruk dan berbayang. Lain halnya dengan penyiaran televisi digital yang terus menyampaikan gambar dan suara dengan jernih sampai pada titik dimana signal tidak dapat diterima lagi" (sumber Kominfo)
Kenapa siaran tv analog akan ditutup? bahwa telah dinformasikan juga oleh kominfo kalau ternyata sinyal tv analog itu banyak sekali memakai frequensi dan menghabiskan bandwidth. Perlu diketahui juga kalo sekarang aja sinyal HP, Radio, Internet ternyata pakai frekwensi juga seperti tv. Jadi untuk mengurangi pemborosan bandwidth maka negara harus melakukan migrasi dari siaran analog ke siaran digital.
Dan juga banyak keuntungan dengan menggunakan siaran digital ini, antara lain :
  • Kualitas gambar dan suara jernih.
  • Tahan perubahan lingkungan
  • Tahan terhadap efek interferensi
  • Efisiensi spektrum/kanal
Dan dapat informasi bahwa ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan sinyal yang bagus dalam menggunakan receiper STB. Antara lain menurut saya yaitu :
  • Lokasi yang masih mendapatkan sinyal digital. Kalo digunung yangjauh dari pemancar tv mungkin susah sob.
  • Tidak terhalang gedung-gedung tinggi.
  • menggunakan antena UHF yang bagus dan bisa menangkap sinyal digital dengan baik.
  • menggunakan kabel antena coaxial qualitas bagus.
  • Posisi arah antena yang tepat.
  • Untuk hasil yang lebih bagus lagi gunakan kabel penghubung HDMI jangan kabel RCA. karena kualitas HDMI lebih tinggi dibanding dengan RCA.

Cara produksi
Sejak tahun 2009 pemerintah RI telah menyebarkan isu mengenai peralihan teknologi televisi digital (multipleksing). Dari sudut pandang teknologi hal tersebut merupakan kemajuan karena Indonesia akan menerapkan sebuah teknologi yang telah dipakai oleh negara-negara maju serta produsen besar televisi seluruh dunia sudah mulai mengurangi jumlah produksi televisi dengan system teknologi analog. Namun dari segi teknologi televisi yang dipakai oleh sebagian besar masyarakat Indonesia, masih menggunakan teknologi analog dan jika ingin merubah menjadi televisi digital maka dibutuhkan sebuah alat penerima dengan nama Set Top Box.
Untuk sekedar informasi aja kalo siaran tv digital terestrial itu sendiri sudah akan berjalan mulai tahun 2015. Dan rencananya siaran tv analog akan switch off (dimatikan) pada tahun 2018. "Penyiaran televisi digital terrestrial adalah penyiaran yang menggunakan frekuensi radio VHF / UHF seperti halnya penyiaran analog, akan tetapi dengan format konten yang digital.


Sabtu, 17 Oktober 2015

Penerapan New Media ke Dalam Internet



New Media merupakan sarana perantara yang baru, dilihat dari segi waktu, manfaat, produksi, dan distribusinya. New Media juga dapat diartikan sebagai media-media baru yang hadir sejak perkembangan teknologi di akhir abad ke-20. Contoh komponen perangkat new media saat ini yaitu, seperti: handphone/smartphone, laptop, tablet, serta perangkat digital lainnya.
Dalam penerapannya, New Media sangat berhubungan dengan internet yang juga merupakan komponen utama New Media. Contoh penerapan New Media ke dalam internet yaitu, sebagai berikut:
  1. Jejaring Sosial
            Jejaring sosial merupakan penerapan New Media ke dalam internet yang banyak digunakan saat ini. Dengan menggunakan jejaring sosial, kita dapat melakukan berbagai hal. Seperti berkomunikasi, berbisnis, dan sebagainya. Contoh jejaring sosial New Media, yaitu: Facebook, Twitter, Instagram, Path, dan lain sebagainya.
  1. Aplikasi Chatting atau Messenger
            Selain jejaring sosial, kegiatan saling mengirim pesan singkat secara langsung juga sangat popular dalam perkembangan New Media. Banyak aplikasi chatting atau messenger berbasis internet yang digunakan masyarakat. Aplikasi tersebut memudahkan dalam berkomunikasi secara cepat dengan berbagai fitur menarik. Kita tidak hanya dapat mengirim pesan teks, tapi juga dapat mengirim gambar, file, video, bahkan saling bertatap muka dengan fitur video call. Contoh aplikasi chatting atau messenger, yaitu: BBM (blackberry messenger), WhatsApp, Line, KakaoTalk Messenger, WeChat, dan sebagainya.
  1. Video Conference
            Dengan menggunakan video conference, kita dapat berkomunikasi secara real time dengan bertatap muka dengan dua orang atau lebih. Contoh aplikasi video conference, yaitu: Skype, ooVoo, dan lain-lain.
  1. Hiburan
            Selain berkomunikasi, New Media juga sangat berpengaruh dalam perkembangan dunia hiburan. Seperti dalam dunia musik dan permainan. Contohnya yaitu: berbagai permainan online di internet, aplikasi games atau permainan untuk smartphone, Youtube, dan berbagai aplikasi pemutar musik atau music player.
  1. Pendidikan dan Edukasi
            Penerapan New Media ke dalam internet juga mempengaruhi dunia pendidikan. Dengan adanya internet, proses pembelajaran menjadi lebih mudah. Contohnya, yaitu: E-Book atau buku digital, berbagai video pembelajaran, materi pembelajaran di internet, dan berbagai situs tanya jawab seputar pendidikan di internet.

Peranan dan Manfaat Internet



MANFAAT PENGGUNAAN INTERNET

Secara umum ada banyak manfaat yang dapat diperoleh apabila seseorang mempunyai akses ke internet, yaitu :

1.   Sebagai “Perpustakaan Online”
Maksudnya, dengan menggunakan internet kita dapat mencari informasi apapun dengan mudah, kapan saja, dan dimanapun, tanpa memakan biaya berlebih karena adanya Google atau Wikipedia user.

2.   Dapat digunakan sebagai “Bisnis Online”
Banyak orang yang menggunakan internet sebagai lahan untuk mencari uang atau mendapat keuntungan secara online. Misalnya berjualan suatu produk lewat media sosial Facebook, atau media sosial lainnya.

3.   Sebagai Sarana Komunikasi
Dengan adanya media sosial yaitu Facebook dan Twitter, orang-orang diseluruh dunia bisa terhubung secara online tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu.

4.   Sebagai Sarana Hiburan
Penyediaan Game Online di internet, dapat menjadi hiburan untuk anak muda masa kini yang membutuhkan refreshing otak.

5.      Adanya E-book
Dengan adanya e-book, buku-buku yang harganya cukup mahal bisa kita minimalisir dengan mendownload di e-book.

Selain itu, internet juga sangat memberi manfaat bagi dunia pendidikan, yaitu :

1.   Kemampuan dan kecepatan dalam komunikasi, bahkan sekarang telah dimungkinkan menggunakan peralatan berbasis multimedia dengan biaya yang relatif murah sehingga dimungkinkan untuk melaksanakan pendidikan jarak jauh.

2.   Ketersediaan informasi yang up to date telah mendorong tumbuhnya motivasi untuk membaca dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terjadi di berbagai belahan dunia.

3.   Adanya fasilitas untuk membentuk dan melangsungkan diskusi kelompok (news group) sehingga akan mendorong peningkatan intensitas kajian Iptek.

4.   Melalui Web pendidikan, proses belajar mengajar dapat dilakukan secara dinamis, tidak tergantung waktu dan ruang pertemuan. Semua materi belajar dapat diperoleh dengan mudah pada situs-situs pendidikan yang tersedia. Dengan demikian biaya pendidikan dapat ditekan serendah mungkin karena peserta didik tidak perlu menanggung uang gedung lagi.

5.   Melalui E-mail, konsultasi dapat dilakukan secara pribadi antar peserta didik dan pendidik ataupun dengan rekan lainnya.